Minggu, 20 November 2016

Mukjizat Nabi Muhammad SAW ini akan menuntun kita ke Surga namun sering dilupakan

 
    Al – Qur’an adalah kalam illahi, mukzizat untuk sang nabi terakhir. Mukzizat yang diturunkan bagi solusi untuk semua umat dalam berbagai permasalahanya. Semua permasalahan, baik masalah pribadi, masalah keluarga, masalah masyarakat, masalah negara, masalah ekonomi, politik, pendidikan dan semua masalah kehidupan manusia. 

    Mukzizat al – qur’an telah diterjemahkan oleh nabi dan para sahabat membentuk sebuah peradaban yang Allah sendiri menberikan apresiasi dengan mengatakan umat terbaik. Rasul telah menerjemahkan ke dalam amal kehidupan di semua sisi kehidupan masyarakat arab pada masa itu. Hanya dalam beberapa waktu saja kita bisa mendengar bagaiamana sejerah menceritakan capaian – capaian masyarakat arab yang telah mengimplementasikan mukzizat dalam kehidupan mereka. Kehidupan yang melahirkan masyarakat yang ilmiah, kritis, dinamis, dan berperadaban penuh keberkahan.

    Semua orang tentunya ingin menerjemahkan mukziazat qur’an. Karena tentunya mukzizat adalah keberkahan, mukizizat adalah kemenengan dan mukzizat adalah keabadian dalam kehidupan. Semua ingin mengusakan meski perlu  perjuangan yang tidak mudah. Tidak mudah bukan karena tidak  bisa, akan tetapi biasnya lebih pada hal inti pada motivasi dan niat diri yang sering kali kurang berimbang jika dibandingakan dengan impian yang hendak diwujudkan. 

    Kegiatan untuk menerjemahkan al qur’an adalah sebuah aktivitas yang dinamis dan berkesinambungan. Proses ini harus dilkukan bertahap dan menyeluruh. Diantaranya bisa kita mulai dengan membaca, memtadzaburi, mengamalkan dan mendakwahkan. Proses ini harus berjalan secara bersambung meski pelan agar  mukzizat dapat diterjemahkan dengan baik dan mendekati keadaan nabi  dan sahabat yang telah terlebih dahulu menerjemahkan al – qur’an.
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar