Senin, 21 November 2016

Ternyata seperti ini bagaimana para sahabat mempelajari al-Quran

  

Al-Quran merupakan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril. Ayat-ayat Al-Quran sungguh agung kedudukannya dalam islam. Sehingga membacanya merupakan amal shalih dan kebaikan yang berpahala, karena setiap hurufnya mengandung sepuluh kebaikan. Dan begitu juga yang mendengarkan, akan mendapatkan rahmat dari Allah. Bahkan akan bergetar hati seseorang ketika mendengarkan ayat al-quran, dan itu menunjukkan keimanannya yang tinggi.
    Belajar Al-quran merupakan kewajiban setiap muslim, maka dari itu bagi yang hendak belajar al-quran harus menjaga adab-adab dalam belajar al-quran, agar ia mendapatkan kemudahan, keberkahan, dan rahmat dari Allah selama belajar. Diantara adab-adab dalam belajar al-quran adalah sebagai berikut :

1.Niat Ikhlas karena Allah.

Setiap berbuatan tergantung pada niat. Karena niat yang akan menentukan suatu perbuatan itu berpahala atau tidak.
Rasulullah sallallahu’alaihiwasallam bersabda :
إنما الأعمال بالنيات، ولكل امرء ما نوى
“Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya, dan seseorang diberi pahala sesuai dengan niatnya.” (H.R. Bukhari-Muslim)
Maka hendaknya seseorang yang belajar al-quran mempunyai niat yang ikhlas untuk mendapatkan pahala kebaikan dari sisi Allah swt. Sungguh merugi bagi orang yang belajar al-quran hanya agar ia bisa membaca dengan fasih sehingga orang akan terkagum-kagum pada bacaannya namun di sisi Allah tidak ada harganya kecuali pujin manusia saja.

2.Do’a.

Banyak berdo’a merupakan kunci keberhasilan dalam belajar. Dengan berdo’a seseorang akan menyandarkan dirinya pada Allah. Sehingga ketika mengalami kesulitan dalam belajar ia tidak akan putus asa, melainkan ia akan  terus berusaha dan meminta pertolongan dari Allah.

3.Himmah (Keinginan yang kuat dalam belajar)

Dalam belajar seseorang harus mempunyai keinginan yang kuat untuk dapat menguasai apa yang ia pelajari. Dengan keinginan yang kuat seseorang tidak akan mudah putus asa.

4.Menjalani prinsip-prinsip belajar al-quran

Seseorang tidak akan berhasil dalam belajar al-quran kecuali ia konsisten dalam menjalanai prinsip-prinsip belajar, yaitu:

a) Menghadiri halaqah belajar dengan disiplin. 

Seseorang yang tidak disiplin dalam menghadiri halaqah ia akan ketinggalan materi. Sehingga ilmu yang didapat tidak sempurna. Hal ini akan menghambat proses belajar dirinya.
 
b) Cintai teman halaqah dan pembimbing.

Suasana ukhuwah saling mencintai akan menghadirkan rasa senang dalam belajar terutama kepada pembimbing. Sampaikan apa saja yang kurang berkenan di hati kepada teman halaqah maupun pembimbing. Karena jika tidak disampaikan, kondisi seperti ini menjadi celah setan untuk menghentikan kita dari menghadiri halaqah, seperti dengan alasan 

c) Mengikuti semua petunjuk halaqah

1. Aktif lidah dalam membaca al-quran.

Perhatikan pembimbing dalam melafadzkan setiap huruf al-qur’an dan tirukan seperti apa yang dicontohkan. Dengan sering berlatih dalam pengucapan makharijul huruf akan melenturkan lidah tuk membaca tiap tiap ayat dengan benar. Kemampuan membaca sangat ditentukan oleh kuantitas seseorang dalam mengulang-ulang ayat al-quran.
 
2. Aktif pendengaran

Dengarkan bacaan pembimbing maupun teman dengan seksama. Dengan sering mendengarkan tilawah orang lain, baik secara langsung maupun lewat kaset akan melatih kepekaan pendengaran. Karena kemampuan membaca al-quran akan terbantu dengan memori suara bacaan yang ada di kepala kita.

d) Fokus dalam membenahi kesalahan tilawah

Kita harus menyadari kelemahan kita dalam tilawah, kemudian fokus perbaikan di situ. Misalnya pengucapan tertentu, atau pengucapan hokum-hukum bacaan yang lain.

e) Upayakan untuk mengajarkan pada orang lain

Ajarkan apa yang telah dipelajari pada keluarga, kerabat maupun teman. Dengan mengajarkan kepada orang lain akan menambah kuatnya ingatan apa yang telah kita pelajari, dan semangat mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah swt.

f) Ujian untuk evaluasi 

Setelah belajar sekian bulan, maka ujian tahsin tilawah merupakan momentum untuk mengevaluasi diri. Baik evaluasi kemampan maupun evaluasi niat. Niat ikhlas dalam belajar akan terbukti ketika lulus ujian, ia akan bersyukur kepada Allah dan tidak membanggakan diri apalagi meremehkan orang lain. Dan sebaliknya jika ia tidak lulus ia tidak akan kecewa dan bersedih apalagi malu sama orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar