Tampilkan postingan dengan label Nasehat Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Maret 2018

Ilmu Yang Baik Akan Membuahkan Amal Yang Baik

Sumber : Mizan


Kita semua tahu bahwa sains adalah sesuatu yang sangat mulia. Dalam agama kita, pengetahuan didasarkan pada dasar pemujaan Tuhan. Ada begitu banyak ayat dan hadits yang menjelaskan keindahan pengetahuan.

Silahkan baca juga : 
Info Kajian Jogja Muslimah
Shalat bersama setan dengan membiarkan shaf kosong
Kemuliaan Wanita Dengan Berjilbab

Di antara mereka:

Pertama , Allah berbicara di dalam Al Qur'an

فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات

"Ketahuilah bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosa dan dosa orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan" (QS. Muhammad: 19)

Dalam ayat di atas, Allah Ta'ala menginstruksikan "untuk mengenali " terlebih dahulu, sebelum kemudian terjun ke dalam wilayah pemujaan. Ini menunjukkan bahwa sains adalah fondasi, pondasi dan modal utama, dalam menyembah Tuhan.

Penyembahan yang disebutkan dalam ayat di atas adalah ibadah istighfar , yang bisa ditafsirkan sebagai keseluruhan ibadah yang harus didahului oleh pengetahuan.

Kedua, ayat Alquran di surah Ali Imran

شهد الله أنه لا إله إلا هو والملائكة وأولو العلم قائما بالقسط لا إله إلا هو العزيز الحكيم

"Tuhan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang layak untuk disembah selain Dia, yang menegakkan keadilan. Malaikat dan orang-orang yang berpengetahuan (juga mengatakan itu) "   (QS Ali Imran: 18)

Perhatikan ayat ini [ orang-orang berpengetahuan (juga mengklaim dirinya) ] , Allah menggabungkan kesaksian-Nya dengan kesaksian orang-orang yang terpelajar dan para malaikat, dalam kesatuan-Nya. Ini adalah posisi yang cukup seperti ini sebagai bukti yang membuat orang percaya menyadari pengetahuan terakhir mereka.

Ketiga , al-Quran surah Az-Zumar

قل هل يستويالذين يعلمون والذين لا يعلمون

"Katakanlah," Di antara orang-orang yang berpengetahuan luas dengan orang-orang yang tidak tahu? ""  (QS Az Zumar: 9)

Ayat ini berarti inkarnasi tinta , yang berarti " Tentu tidak sama dengan mereka yang berpengetahuan dan siapa yang tidak. "



Keempat , Al Quran surah Al Mujadillah ayat 11.

يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير

"Allah akan membangkitkan orang-orang percaya di antara kamu dan mereka yang telah diberi pengetahuan tertentu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. " (QS Al-Mujadillah: 11)

Kelima , Al-Quran surah Al-Maidah ayat 4.

يسألونك ماذا أحل لهم قل أحل لكم الطيبات وما علمتم من الجوارح مكلبين تعلمونهن مما علمكم الله فكلوا مما أمسكن عليكم واذكروا اسم الله عليه

"Mereka bertanya kepada Anda:" Apa halal untuk mereka? ". Katakanlah: "Halal bagimu dan binatang yang diburu oleh binatang yang telah kamu ajarkan dengan pelatihannya untuk berburu; Anda mengajarinya sesuai dengan apa yang telah Tuhan ajarkan kepada Anda. Kemudian makanlah dari apa yang dia ambil untukmu, dan panggillah nama Allah untuk binatang itu (saat dia melepaskannya). " (QS Al Maidah: 4)

Bayangkan, anjing yang berpengetahuan hanya Tuhan yang menghormatinya dari orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan. Ayat di atas menjelaskan kepada kita binatang pemburu halal bahwa anjing terlatih dipanggil dan disebut nama Allah saat mengeluarkannya, hukumnya halal dimakan. Inilah bentuk mulia anjing yang berpengetahuan luas. Jadi, jika binatang itu bisa mulia untuk pengetahuan, lebih banyak manusia, sebagai makhluk mulia binatang!

Keenam , hadits Umm Salamah radhiyallahu'anha .

Nabi  sallallaahu 'alaihi wasallam  saat shalat selesai shubuh setelah salamnya berbunyi:

اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا

"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadamu manfaat dari pengetahuan, hal-hal baik dan perbuatan baik yang kamu terima." [1]

Amati permintaan pertama dalam doa biasa S halallahu'alaihi wa sallam pada hari pembukaan. Hal pertama yang dia tanyakan adalah ilmu yang bermanfaat. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan adalah modal untuk mendapatkan rizki yang baik dan baik, serta perbuatan baik yang diterima Allah.

Kita harus menyadari Dengan itu, kemuliaan ilmu-ilmu di atas tidak ada artinya, bila kita cacat dalam satu hal, amal. Ya, tidak ada amal seperti pohon buah . Pembawa sains tidak akan mulia jika pengetahuan yang dia pelajari tidak menghasilkan amal.

Dalam tulisan ini, Anda akan mendapatkan beberapa poin bukti yang memperkuat pesan ini, bahwa sains tidak akan berbuah bila tidak berlatih.

Washallahu wa sallam 'ala Nabiyyina Muhammad.

***

Referensi: Tsamaroh Al-Ilmi Al-Amal , oleh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdulmuhsin Al-'Abbad -hafidzohumallah ta'ala-.



Penulis: Ahmad Anshori, Lc
Artikel: Muslim.or.id



Catatan kaki

[1] HR. Ibnu Majah, tidak. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini shahih

Senin, 08 Januari 2018

Pusat dan Info Kajian Muslimah Jogja Azzakiyah



Baitul Quran Azzakiyyah adalah dakwah yang terlibat dalam bidang pendidikan Alquran , bahasa Arab dan studi dasar Islam untuk masyarakat umum yang berbasis di Jogja. Kurikulum yang diajarkan di Azzakiyah meliputi: Belajar Quran dari nol, Membaca Alquran, Pembacaan Alquran, Bahasa Arab dan Maju, Studi Fiqih Islam, Studi Al-Quran , dan Pertemuan Penyembuhan dengan Al-Quran.

Alamat Az-Zakiyyah

Gedongan rt: 03, Kaligondang, Sumbermulyo, 
Bambanglipuro, Bantul Regency,
Special Region of Yogyakarta 55764

Untuk informasi dan registrasi bisa menghubungi:

WA        0858 5442 8686
Kontak  085868441275

Jumat, 17 November 2017

Beasiswa Program Menghafal Al-Qur'an selama 1 tahun



🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

KABAR GEMBIRAAA...🔉🔉🔉🔉

Yayasan Rahmat Qur'anic Learning Center (RQLC), Cab. Yogyakarta
🏡 jln. Kaliurang km 14 Perumahan IDI Pamungkas no. 11 Yogyakarta

kembali membuka kesempatan bagi sahabat2 yang ingin menghafal Al-Quran.



🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Program Beasiswa Menghafal Al-Qur'an selama 1 tahun"

 Gratiissssss.....😍😍😍
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🌵 Persyaratan:
1.  Muslimah
2.  Usia 17-29 tahun
3.  Single/belum menikah
4.  Berpenampilan syar'i
5.  Berkelakuan baik
6.  Mampu membaca Alquran dg baik dan benar
7.  Memiliki hafalan min. 2 juz
8.  Memiliki tekad yang kuat untuk menghafal dan memperdalam agama
9.  Siap untuk dibina
10. Takhossus (tidak sambil bekerja/kuliah)
11. Siap menyelesaikan hafalan min. 10 juz mutqin (siap uji) selama 1 tahun
12. Lulus seleksi

🌵 Persyaratan lainnya:
- CV lengkap
- Pas foto ukuran 3x4
- Fotocopy KTP (2 rangkap)
- Fotocopy Akte lahir (1 rangkap)
- Surat Keterangan sehat
- Uang Pendaftaran 500rb

🌿 Fasilitas yg diberikan secara gratis:
1. Tempat Tinggal nyaman
2. Makan
3. Biaya pendidikan selama 1 tahun
4. Kursus Bahasa Arab
5. Bimbingan untuk Penambahan Tsaqofah Islamiyah

🗓 Waktu Pendaftaran *:
Gelombang 1 : 1-15 November 2017
Gelombang 2: 16-30 November 2017
*pendaftaran ditutup jika kuota telah terpenuhi

Penanggung Jawab RQLC Yogyakarta:
Isnaini Mangasiroh, Lc

Bagi yang berminat, silahkan hubungi ke no. di bawah ini 👇🏻
📞 0812-8400-3149
📱 085691843919

Ayooo buruaaan !!!
Segera  daftarkan diri anda.
Kuota terbataaas...
Hanya untuk 10 Santriwati terbaik

Formulir Pendaftran
klik Pendaftaran Beasiswa Tahfiz Al-Quran Jogja

Kamis, 23 Maret 2017

Jangan Kita Tenggelam Dalam Dunia


Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, saudaraku muslim-muslimah di seluruh belahan dunia ini. Pernahkah anda merasa tenggelam dalam dunia ini? sehingga membuat anda lupa tujuan utama diciptakannya kita oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mungkin sering kali, karena penulispun merasa demikian. Manusia memang tempatnya berbuat salah meski dari latar belakang apapun kita entah itu dosa besar maupun dosa kecil.

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

TAKHRIJ HADITS
Hadits shahih diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3540) dan ini lafazhnya. Tirmidzi rahimahullah berkata, “Hadits ini hasan gharib.”

(baca juga "Makna Syahadatain Dan Kenapa Hampir Seluruh Ayat Al-Quran Membahas Ini")

Tenggelam Dalam Kenikmatan Dunia
Seorang berkata: "Saya sebenarnya adalah seorang pemuda yang Multazim (teguh menjalankan agama). Namun beberapa waktu terakhir ini saya merasa iman saya lemah. Ditandai dengan banyaknya saya melakukan maksiat seperti meninggalkan shalat atau mengakhirkannya, mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat, dan tenggelam dalam berbagai kenikmatan dunia"

Dalam suatu kesempatan, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ditanya oleh seorang pemuda, “saya sebenarnya adalah seorang pemuda yang Multazim (teguh menjalankan agama). Namun beberapa waktu terakhir ini saya merasa iman saya lemah. Ditandai dengan banyaknya saya melakukan maksiat seperti meninggalkan shalat atau mengakhirkannya, mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat, dan tenggelam dalam berbagai kenikmatan dunia. Dan saya sudah berusaha untuk menyadarkan jiwa saya dari keterpurukan ini, namun saya tidak sanggup. Dapatkan anda membimbing saya untuk dapat kembali ke jalan yang lurus yang bisa menyelamatkan saya dari keburukan jiwa saya?”.

Syaikh menjawab:

Aku memohon kepada Allah agar memberikan hidayah kepadaku dan juga kepada anda. Dan jalan untuk menuju hidayah adalah dengan:

    Bersemangat dalam membaca Al Qur’an dan mentadabburinya. Karena Al Qur’an itu dikatakan oleh Allah:

    يا أيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين

    “Wahai Sekalian Manusia ! Sungguh telah datang kepada kalian pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhan kalian, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman” (Q.S Yunus : 57)
    Kemudian juga dengan sebisa mungkin melihat kembali apa yang ada dalam perjalanan hidup Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan sunnah-sunnah beliau. Karena ini adalah penerang jalan bagi orang yang hendak menuju kepada Allah ‘azza wa jalla.
    Bersemangat untuk berteman dengan orang-orang shalih dan bertaqwa. Yaitu para ulama rabbani dan teman-teman yang bertaqwa.
    Sebisa mungkin menjauhi teman duduk yang buruk, yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

    مثل جليس السوء كنافخ الكير إما أن يحرقك أو قال يحرق ثيابك ، وإما أن تجد منه رائحة كريهة

    “berteman duduk yang buruk itu semisal dengan berteman dengan pandai besi. Bisa jadi pakaianmu ikut terbakar atau engkau mendapatkan bau yang tidak sedap“
    Senantiasa sesasilah diri anda atas apa yang terjadi pada anda, yaitu perubahan diri anda tersebut, hingga penyesalan tersebut membuat anda kembali sebagaimana semula.
    Jangan sampai masuk perasaan kagum ke dalam hati anda terhadap amalan shalih yang pernah anda lakukan. Karena perasaan kagum tersebut terkadang menghapus pahala amalan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:بمنون عليك أن أسلموا قل لا تمنوا علي إسلامكم بل الله يمن عليكم أن هداكم للإيمان إن كنتم صادقين

    “Mereka mengungkit keislaman mereka kepadamu. Katakan, “Janganlah kamu mengungkit keislaman kalian kepadaku, tetapi Allahlah yang memberikan kepada kalian hidayah kepada iman jika kalian adalah orang-orang yang benar””  (QS. Al Hujurat: 17).

    Namun senantiasalah periksa amalan-amalan shalih anda, dan senantiasalah merasa kurang, sehingga membuat anda senantisa beristighfar kepada Allah ‘azza wa jalla. Dengan juga senantiasa berhusnuzhan kepada Allah Ta’ala. Karena seorang manusia ketika kagum dengan amalan shalihnya, dan ia merasa dirinya memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh Allah, maka ini menjadi perkara yang berbahaya dan bisa menghapuskan pahala amalan.

Nas’alullah as salamah wal ‘afiah

***

Sumber: http://islamancient.com/play.php?catsmktba=7128

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id