Al-Qur’an merupakan karunia Allah yang diberikan kepada manusia, agar menjadi sumber kekuatan, peningkatan kualitas iman sekaligus menjadi konsep kehidupan mereka. Al-qur’an yang dibaca setiap hari akan menjadi kekuatan ruh, pemikiran dan pemahaman terhadap konsep hidup sejati sebagai hamba Rabbani.
Sesungguhnya membaca al-qur’an merupakan kebutuhan setiap muslim. Membaca al-qur’an bukanlah suatu beban bagi mereka yang telah merasakan nikmatnya iman. Dengan membaca al-qur’an seseorang akan merasa tentram, aman dan merasa dekat dengan Allah. Maka tidaklah heran jika para salafus shalih dahulu mengkhatamkan al-quran dalam waktu sepekan bahkan hanya tiga hari. Mengapa itu mereka lakukan? Karena mereka telah merasakan sentuhan-sentuan hati di setiap ayat dan suratnya, sehingga kerinduan terhadap Al-Qur’an menyeruak sangat tinggi di hati mereka.
Rasulullah saw. Bersabda :
اقرإ القرآن في كل شهر، اقرأه في خمس وعشرين اقرأه في خمس عشرة، اقرأه في عشر اقرأه في سبع لا يفقهه من يقرأه في أقل من ثلاث.
“Bacalah al-qur’an dalam sebulan, atau dalam dua puluh lima hari, bacalah dalam lima belas hari, bacalah dalam sepuluh hari, bacalah dalam tujuh hari. Tidak akan paham bagi yang membacanya dalam kurang dari tiga hari.” (HR. Ahmad)
Dalam riwayat lain disebutkan :
اقرإ القرآن في أربعين
“Bacalah al-qur’an dalam empat puluh hari.” (HR.Abu Daud)
Rasulullah telah memberikan rambu-rambu pada kita untuk mengkhatamkan al-qur’an paling lama dalam kurun waktu sebulan atau empat puluh hari dan paling cepat tiga hari. Maka minimal kita harus dapat membaca al-qur’an satu juz dalam satu hari. Namun seringkali kita alpa, bahkan berlalu sehari tanpa membaca al-qur’an. Berkedok pada kesibukan, anak, pekerjaan,bisnis, banyak acara, dan lain sebagainya. Padahal membaca al-qu’an tidak akan mengurangi waktu kita. Bahkan dengan membaca al-qur’an Allah akan membantu kita untuk mengatur kegiatan kita. Semakin banyak membaca al-qur’an akan terasa semakin longgar waktu yang tersedia. Karena Allah akan memberikan keberkahan waktu itu.
Agar dapat mencapai tilawah satu juz dalam sehari, ada baiknya untuk menerapkan kit-kiat berikut ini :
1. Berusaha melancarkan bacaan, jika bacaan kita termasuk yang belum lancar.
2. Tanamkan keinginan yang kuat untuk bisa satu juz perhari dalam diri kita sedalam-dalamnya, sehingga muncul rasa sedih yang dalam jika kita tidak melaksanakannya. Perasaan ini akan memotivasi kita untuk berdo’a dengan serius, khusyu’ dan penuh pengharapan kepada Allah, meminta pertolongan agar dimudahkan beribadah membaca al-qur’an sehari satu juz.
3. Luangkan waktu sebelum atau sesudah subuh untuk mengawali hari dengan membaca al-qur’an.
4. Siapkan waktu khusus untuk membaca al-qur’an. Misalnya setiap selesai shalat fardhu. Sehari ada lima waktu shalat, maka setiap selesai shalat minimal kita membaca al-qur’an dua lembar. Jika ada waktu tertentu yang kita terpaksa tidak melakukannya maka dirapel pada malam harinya. Jangan tidur sebelum slesai satu juz.
5. Gunakan waktu senggang untuk menambah bacaan al-qur’an. Misalnya ketika menunggu antrian, ketika dalam perjalanan menggunakan bis atau kereta.
6. Jika kita ketinggalan satu hari tidak membaca al-qu’an, lakukan qadla’ (merapel) sebagai sanksi atas keteledoran yang telah dilakukan.
Jadikan tilawah atau membaca al-qur’an sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban. Rasa butuh yang kuat inilah yang membuktikan bahwa kita benar-benar cinta padanya. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk selalu mencintai kitab suci-Nya, agar kita mendapat syafaat dari al-qur’an diakhirat kelak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar