Senin, 28 November 2016

Berlindunglah kepada Allah ketika Hendak Membaca Al-quran




Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Dia akan selalu menggoda manusia agar berpaling dari amal shaleh. Di antara amal shaleh tersebut adalah membaca al-qur’an. Maka sebelum membaca al-qur’an seseorang dianjurkan membaca isti’adzah untuk berlindung kepada allah dari godaan setan. Hukum membaca isti’adzah sebelum tilawah adalah sunnah berdasarkan firman allah :

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98) إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (99) إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ (100)

“Maka apabila dibacakan kepadamu (Muhammad) Al-qur’an maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Sesungguhnya dia tidak mempunyai pengaruh terhadap orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya pengaruhnya hanya kepada orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan yang menyekutukan Allah dengannya.” (QS. An-Nahl : 98-100)

           Imam Ibnu Qayyim menjelaskan beberapa hal kenapa Allah SWT menganjurkan kepada setiap pembaca Al-Qur’an untuk beristi’adzah atau memohon perlindungan Allah dari godaan setan yang terkutuk : 

1. Al-Qur’an adalah obat untuk penyakit-penyakit hati. Allah SWT berfirman:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (57)
“Wahai manusia, telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh dari penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta ramatbagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus :57)

         Maka ketika Allah memerintahkan kepada kita beristi’adzah , maksudnya adalah agar Al-qur’an benar-benar kita fungsikn sebagai syifa’ bagi penyakit-penyakit yang ada di dalam dadatanpa dipengaruhi oleh setan. Karena jika tidak, ada kemungkinan al-qur’an tidak lagi menjadi obat yang mujarabyang dapat menyembuhkan.

2. Setan diciptakan dari apiyang bisa membakar apa saja. Sedangkan al-quran sesuatu yang dapat membawa hidayah, pengetahuan dan siraman bagi hati. Karena itu allah meyuruh beristi’adzah  agar setan tidk mampu membekar sekaligus.

3. Allah menjelaskan bahwa setan dan bala tentaranya selalu berusaha memalingkan manusia dari mengingat Allah. Ketika seseorang membaca Al-qur’an, setan terus mengganggunya dan mencegahnya dari mentadabburi al-qur’an. Allah berfirman :

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا (64)
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah di antara mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah pada mereka, dan tidak ada yang dijanjikan setan kepada mereka melainkan tipu daya belaka.” (QS. Al-Isra’ : 64)

4. Setan mempunyai sifat ingin mencegah manusia untuk beramal shaleh, termasuk didalamnya orang yang ingin atau sedang membaca al-qur’an.

Oleh karena itu, semakin besar nilai amal shaleh yang kita kerjakan semakin besar pula usaha setan untuk mencegahnya. Maka dengan membaca isti’adzah, pembaca al-qur’an berlindung kepada Allah agar terjauhkan dari godaan setan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar